GAYA HIDUP BERKELANJUTAN
Assalamulaikum warrahmatullahi wa barakatuh
Minggu lalu kita sudah mempelajari tentang Profil Pelajar Pancasila dan Mengenali Diri Sendiri.
Tugas minggu lalu adalah membuat POSTER, sekarang Poster yang sudah kalian buat silahkan untuk dicetak banner dengan ukuran :
Panjang : 75 cm
Lebar : 100 cm
Saat luring akan dipajang di kelas kalian dan akan dilakukan penilaian, yang terbaik akan mendapatkan hadiah
Untuk Materi minggu ini adalah GAYA HIDUP BERKELANJUTAN JEJAK KARBON lihatlah video berikut ini:
Setelah melihat video jawablah pertanyaan berikut tulis pada kertas dan kumpulkan saat luring:
1. Amatilah lingkungan kamu tinggal (rumah) apa saja jejak karbon yang ada di rumahmu?
2. Dari mana saja jejak karbon itu berasal?
3. Apa yang kamu lakukan pada jejak karbon yang ada di rumahmu?
4. Bagaimana seharusnya kamu bersikap dengan jejak karbon yang ada di rumahmu?
Gaya Hidup Berkelanjutan
Jejak Karbon
Seiring dengan peningkatan suhu
global, tindakan mencegah perubahan
iklim telah menjadi salah satu tugas yang paling menantang untuk menjaga kelestarian bumi. Perubahan
iklim akan menyebabkan dampak-dampak
yang merugikan bagi Indonesia. Tanpa langkah-langkah mitigasi dan adaptasi domestik, beberapa
kejadian yang merugikan seperti
kebakaran hutan dan gambut akan lebih sering terjadi, yang tak
hanya akan menyebabkan pelepasan emisi
gas rumah kaca dalam jumlah yang luar
biasa besar tetapi juga akan membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” kata Thibaud Lemercier
dari Ecofys, sebuah perusahaan
konsultan.
Para ilmuwan percaya peningkatan
jumlah karbon dioksida di lapisan
atmosfer menjadi salah satu penyebab peningkatan suhu global. Hampir semua aktifitas yang kita lakukan
sehari-hari menghasilkan karbon dioksida
yang disebut jejak karbon. Oleh sebab itu, sekolah menjadi satu titik mulai yang sangat penting untuk
mendidik generasi masa depan agar menjadi
individu yang peduli tentang peningkatan suhu global yang menyebabkan banyak bencana, musibah, serta
kejadian alam lainnya, dan juga mencari
solusi, mengubah kebiasaan agar menjadi gaya hidup yang berkelanjutan.
Pengertian Perubahan Iklim
Secara
sederhana pengertian perubahan iklim adalah perubahan pola dan fenomena unsur
iklim dalam periode jangka panjang yang mencakup iklim lokal, regional, maupun
global. Dimana perubahan iklim ini dikelompokkan menjadi perubahan iklim
antropogenik, yaitu perubahan yang berbahaya akibat aktivitas atau perilaku
manusia yang biasa kita sebut pemanasan global, berbeda dengan perubahan
iklim yang memang terjadi akibat proses alami bumi.
Sebagai
penyebab utama terjadinya perubahan iklim, pemanasan global atau sering
kita sebut juga Global Warming merupakan meningkatnya atau kenaikan suhu
bumi termasuk suhu di atmosfer, suhu di daratan, maupun suhu di lautan.
Penyebab Perubahan Iklim
Seperti
yang udah dijelaskan di atas kalo penyebab terjadinya perubahan iklim adalah dikarenakan
meningkatnya jumlah karbon dioksida dan juga gas-gas emisi atau biasa disebut
juga gas rumah kaca. Pada artikel pencemaran lingkungan yang sebelumnya,
kita ada bahas nih bahwa dampak dari pencemaran udara adalah efek rumah kaca,
nah efek rumah kaca ini lah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Kemudian pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim, dan
kebanyakan hasil gas rumah kaca ini berasal dari kegiatan atau aktivitas
manusia itu sendiri seperti penebangan pohon, penggunaan bahan bakar fosil,
pencemaran air, terutama di laut, dan juga industri pertanian. Mari kita bahas
mengenai penyebab terbesar dari pemanasan global yaitu efek rumah kaca.
Efek Rumah Kaca
Efek
rumah kaca terjadi akibat gas-gas tertentu menghalangi panas keluar, dimana
gas-gas tersebut bersifat semi-permanen dan tidak merespon terhadap perubahan
suhu, sehinga panas tersebut panas tersebut terperangkap dan memaksakan
perubahan iklim atau di deskripsikan sebagai “forcing” climate change.
Gas-gas yang berkontribusi dalam efek rumah kaca, sebagai berikut:
Uap
Air
Uap
air merupakan gas paling banyak dihasilkan dari efek rumah kaca, gas ini
berperan sebagai “umpan balik”. Kenapa di sebut demikian? Karena uap air akan
meningkat seiringan dengan suhu bumi yang juga meningkat, sehingga semakin
banyak uap air yang membentuk awan, dan menurunkan hujan, itulah kenapa disebut
sebagai mekanisme umpan balik.
Sebenarnya
karbon dioksida dilepaskan secara alami ketika kita bernafas dan juga pada saat
terjadinya gunung meletus, namun, akibat perilaku dan perbuatan manusia yang
melakukan penebangan pohon berskala besar atau biasa kita sebut penggundulan
hutan, hal ini meningkatkan sebanyak 47% konsentrasi karbon dioksida
ke atmosfer kita. Padahal peranan keberadaan pohon sangat penting, karena mampu
menyerap gas-gas berbahaya dan mengubahnya menjadi oksigen (O2).
Sama
halnya dengan karbon dioksida, metana juga secara alami berasal dari emisi
geologis, dan tumbuh-tumbuhan, namun gas metana menjadi banyak dilepasakan ke
atmosfer akibat berbagai perbuatan manusia seperti penambangan, kegiatan
perternakan, dan juga limbah pengurai di pembuangan sampah. Perlu diketahui
bahwa gas metana merupakan gas rumah kaca yang lebih aktif dibandingkan karbon
dioksida meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dari pada karbon dioksida di
atmosfer.
Dinitrogen
oksida dihasilkan oleh adanya praktik budidaya tanah seperti penggunakan pupuk
komersil dan organik, pembakaran bahan bakal fosil, pembakaran biomassa, dan
juga produksi asam nitrat. Perlu diketahui bahwa dinitrogen oksida merupakan
gas yang memiliki 298x pengaruh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.
Klorofluorokarbon
(CFC)
Klorofluorokarbon
terdiri dari karbon, klorin, dan flourin ini merupakan senyawa sintetis murni
yang dihasilkan akibat penggunaan produk seperti kulkas dan AC (Air
Conditioner). Selain merupakan gas rumah kaca, Klorofluorokarbon juga
merupakan gas yang dapat menipiskan lapisan ozon, dimana lapisan ozon itu
berfungsi untuk melindungi bumi dari benda-benda langit dan juga menahan 98%
sinar ultraviolet atau yang kita sebut sinar UV dari matahari.
Dampak Perubahan Iklim
Berikut
beberapa dampak dari adanya perubahan iklim akibat pemanasan global, yang perlahan
tapi pasti akan terjadi jika pemanasan global terus terjadi.
Semakin Meningkatnya Suhu Bumi
Semakin
banyaknya gas rumah kaca yang dihasilkan, akan semakin besar juga efek rumah
kaca tersebut, sehingga pemanasan global akan terus terjadi, dan suhu bumi akan
terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Mencairnya Es di Kutub
Mungkin
beberapa dari kita udah cukup sering denger atau liat di berita bahwa semakin
lama es di kutub mencair, bahkan NASA memperkirakan bahwa samudra arktik
pada dasarnya bebas dari es atau tidak ada es lagi di musim panas sebelum
pertengahan abad. Kalo kalian belum percaya, kalian bisa melihat bagaimana
perubahan iklim mempengaruhi gletser, es laut, dan lapisan es benua di seluruh
dunia saat ini di Global
Ice Viewer.
Menaikkan Tinggi Permukaan Air Laut
Dari
grafik yang merupakan data yang didapat dari pengamatan satelit diatas kita
bisa liat dimana setiap tahunnya permukaan air laut semakin naik, Kenaikan
tinggi permukaan laut terutama disebabkan oleh dua faktor yang berhubungan
dengan pemanasan global, yaitu penambahan air dari lapisan es dan gletser yang
mencair dan perluasan air laut saat menghangat. Yang berarti berarti volume air
laut akan terus bertambah, sehingga tinggi permukaan air laut akan terus
meningkat, hal ini dapat mengancam orang-orang yang hidup di pesisir.
Pergeseran Musim dan perubahan curah hujan
Akibat
adanya perubahan iklim, sehingga curah hujan, suhu, kelembaban, dan intensitas
unsur iklim lainnya juga berdampak pada pergeseran musim dan juga perubahan
curah hujan. Selain dapat berpotensi terjadinya kekeringan akibat musim kemarau
yang berangsur lama, hal ini juga akan mempengaruhi petani dan dapat
menyebabkan gagal panen.
Upaya Penanggulangan Terhadap
Perubahan Iklim
Penanggulangan
terhadap perubahan iklim tidak dapat dilakukan sendirian. Misalnya nih ada
sekelompok masyarakat yang dalam kesehariannya sudah berupaya menggunakan
produk ramah lingkungan. Di sisi lain, ada masyarakat yang menolak hal tersebut
dan merasa tidak perlu menggunakannya karena tidak percaya terhadap perubahan
iklim. Karenanya, perlu kerja sama dari berbagai pihak termasuk masyarakat dan
juga pemerintah.
Di
Indonesia sendiri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk satu
unit kerja yang berfokus dalam menangani perubahan iklim khususnya dalam
penyelenggaraan mitigasi, adaptasi, penurunan emisi gas rumah kaca, penurunan
dan penghapusan bahan perusak ozon, mobilisasi sumber daya, inventarisasi gas
rumah kaca, monitoring, pelaporan dan verifikasi aksi mitigasi perubahan iklim
serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang disebut Direktorat
Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (DJPPI). Sesuai dengan yang dilansir
di laman resmi DJPPI, berikut agenda pembangunan
2020-2024
dalam membangun lingkungan hidup dan meningkatkan ketahan bencana dan perubahan
iklim (Prioritas Nasional atau PN 6).
Peningkatan Kualitas Hidup
Upaya
peningkatan kualitas hidup berfokus pada 2 hal, yaitu:
Pencegahan
Pencemaran dan Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
- Pemantauan kualitas udara, air,
air laut, dan ekosistem gambut
- Pencegahan kebakaran lahan dan
hutan
- Peningkatan kesadaran dan
kapasitas pemerintah, swasta, dan masyarakat terhadap lingkungan hidup
- Pencegahan kehilangan
keanekaragaman hayati dan ekosistem
- Pemantauan kinerja pengelolaan
lingkungan pada usaha dan/atau kegiatan
Penanggulangan
Pencemaran dan Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
- Penanganan pencemaran dan
kerusakan lingkungan
- Pengurangan dan penanganan
sampah rumah tangga dan sampah plastik
- Pengurangan dan penghapusan
merkuri
- Pembangunan fasilitas
pengelolaan limbah B3 dan limbah medis
Peningkatan Bencana Alam dan Iklim
Upaya
peningkatan bencana alam dan iklim akan berfokus pada,
Peningkatan
Ketahanan Iklim
- Perlindungan kerentanan pesisir
dan sektor kelautan
- Perlindungan ketahanan air pada
wilayah beresiko iklim
Pembangunan Rendah Karbon
Upaya
pembangunan rendah karbon akan berfokus pada 3 hal, yaitu:
Pemulihan
Lahan Berkelanjutan
- Restorasi dan pengelolaan lahan
gambut
- Rehabilitasi hutan dan lahan
- Pengurangan laju deforestasi
Pengelolaan
Limbah
- Penanganan sampah rumah tangga
Rendah
Karbon Pesisir dan Laut
- Inventarisasi dan rehabilitasi
ekosistem pesisir dan kelautan
Informasi
lebih lengkapnya, kalian bisa membuka situs resmi DJPPI milik Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan Republik Indonesia.
Tentunya
upaya penanggulangan dari pemerintah tidak bisa berjalan efektif jika kita
sendiri tidak turut andil dalam upaya meminimalisir pemanasan global yang
menyebabkan perubahan iklim, agar tidak semakin memburuk, berikut beberapa
upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka penanggulangan perubahan iklim.
Bijaksana dalam Menggunakan Tisu dan Kertas
Kalian
pasti tau kan kalo tisu dan kertas itu terbuat dari apa? Yap, dari kayu, kayu
dari mana? Dari pohon, itulah kenapa kita perlu lebih bijak dalam menggunakan
tisu dan kertas, karna konsumsi yang berlebihan membuat kita menyia-nyiakan
pohon-pohon yang sudah ditebang, membuat tisu dan kertas yang kita miliki cepat
habis kemudian kita beli lagi, dan juga menciptakan limbah sampah baru. Ini
mungkin terlihat mudah tapi sulit untuk diterapkan karna habit atau kebiasaan
kita. Bayangkan jika semua orang melakukan hal ini, demand atau
permintaan dari kertas dan kayu kemungkinan akan berkurang yang artinya
mengurangi pohon yang akan di tebang.
Ditambah
sekarang udah jaman serba digital, kita bisa meminimalisir penggunaan kertas
dengan memanfaatkan teknologi yang udah makin canggih sekarang.
Mengurangi Penggunaan AC (Air Conditioner)
Sebenarnya
gak cuma penggunaan AC, kulkas, penggunaan cat kaleng, semprotan pengharum
ruangan pun mengandung CFC, yang juga perlu kita kurangi penggunaannya. Banyak
dari kita yang sering mengeluh jakarta panas kan? Dan hal ini membuat banyak
dari kita menggunakan atau menyalakan AC, bahkan mungkin ada yang sampe 24 jam
nonstop, namun secara tidak langsung kalian justru membuat bumi kita semakin
panas karena menciptakan gas rumah kaca, dan juga membuat lapisan ozon kita
semakin tipis.
Menggunakan Produk yang Ramah Lingkungan
Penggunaan
plastik, dan styrofoam, menimbulkan banyak limbah sampah, yang tidak hanya
menciptakan timbunan sampah, namun juga mencemari air, dan juga mencemari
tanah, dimana mencemari tanah itu juga berpotensi mencemari udara. Ditambah
plastik dan styrofoam merupakan bahan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk
terurai. Dimana plastik membutuhkan 50-100 tahun untuk terurai dan styrofoam
membutuhkan waktu 1 juta tahun. Sementara dilansir dari
Portal Informasi Indonesia menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia
(INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia saja, sampah
plastik bisa mencapai 64 juta ton per tahun, dan 3,2 juta ton di
antaranya dibuang ke laut.
Ikut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Penghijauan
Saat
ini ada banyak lembaga baik itu lembaga independen maupun lembaga pemerintah
dan juga komunitas yang mendukung kegiatan penghijauan, kita bisa mulai dengan
mengikuti salah satu di antara nya agar kita bisa update dengan kabar
mengenai lingkungan, sehingga kita lebih aware dan sadar kepentingan menjaga
lingkungan. Kita juga bisa mengikuti kegiatan mereka untuk melakukan kegiatan
penghijauan, atau bisa juga ajak lingkungan sekitar rumah kita untuk melakukan
reboisasi bersama.
Menggunakan Kendaraan Umum
Selain
penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan kemacetan, tapi juga menyebabkan
polusi udara. Dengan menggunakan kendaraan umum, kita sudah berpartisipasi
dalam mengurangi polusi akibat asap kendaraan, dimana asap kendaraan itu
berperan banyak sebagai gas rumah kaca, dan juga berbahaya untuk kita
hirup.
Nah
sekarang setelah tahu lebih banyak soal dampak dan penyebab dari perubahan
iklim jadi sedih gitu gak sih liat bumi kita kayak gini? Padahal bumi ini
merupakan planet tempat kita, keluarga kita, anak cucu kita nanti dan semua
manusia buat tinggal :(. Semoga artikel ini membantu kalian yaa, dan yuk mulai
membiasakan diri untuk menghindari segala tindakan atau perbuatan yang dapat
memperparah perubahan iklim. Selamat Belajar!
KERJAKAN SOAL BERIKUT DI KERTAS SEBAGAI NILAI ULANGAN HARIAN!!
TULISKAN JAWABANNYA SAJA!
1.
Berikut yang tidak
termasuk ke dalam dimensi profil pelajar pancasila adalah….
a.
gotong royong
b.
bertakwa kepada
tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia
c.
empati
d.
mandiri
e. kreatif
2.
Perhatikan
uraian di bawah ini!
1) Menanam pohon dirumah dan disekolah
2) Hemat dalam memakai kertas
3) Memakai motor ke sekolah
4) Memakai sepeda ke sekolah
Pernyataan yang menunjukkan upaya yang dapat dilakukan siswa untuk mengurangi
pemanasan global yaitu nomor ...
a. 1, 3, dan 4
b. 1, 2 dan 4
c. 2, 3, dan 4
d.
3 dan 4
e. 1, 2, 3 dan 4
3.
Salah satu
upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek rumah kaca yaitu ...
a. Menanam pohon
b. Membakar sampah
c. Mengurangi tanaman pohon
d. Mendaur ulang sampah
e. menanmbah kendaraan bermotor
4.
Perhatikan
uraian di bawah ini!
1) Angin topan
2) Es kutub mencair
3) Perubahan cuaca yang tidak stabil
4) Suhu rata-rata bumi meningkat
Pernyataan yang termasuk dampak pemanasan global terhadap lingkungan
ditunjukkan oleh nomor ...
a. 2 dan 3
b. 1 dan 2
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
e. 1 dan 4
5.
Salah satu
cara yang paling mudah untuk mengurangi karbon dioksida di udara yang dapat
kita lakukan adalah ...
a. Menunggu
b. Memelihara dan menanam pohon lebih banyak lagi
c. Membuang sampah pada tempatnya
d. Berdoa kepada tuhan YME
e. memakai kendaraan pribadi
6.
Kabon monoksida jika
bereaksi dengan salah satu zat dalam tubuh akan berbahaya. Zat tersebut yaitu
...
a. S
b. Hb
c. O
d. Br
e. CO2
7.
Di bawah ini yang bukan
merupakan dampak negatif akibat manusia membuang limbah padat sembarangan
adalah ...
a. kota menjadi kotor
b. Mengurang ikeindahan lingkungan
c. Berkembangnya berbagai jenis penyakit
d. Dapat menurunkan kualitas tanah
e. Kesuburan tana h meningkat
8.
Komponen pada
penggunaan alat transportasi yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu udara
adalah ....
a. Pembakaran yang terjadi didalam mesin tidak sempurna
b. Kecepatan transportasi
c. Emisi CO2 dari bahan bakar transportasi
d. Banyaknya penggunaan transportasi
e. Energi yang dihasilkan dari proses pemanasan
9. Penggunaan mesin pendingin menyerupai lemari es dan AC ternyata
memdiberikan akhir negatif, yaitu ...
a. timbulnya penyakit kulit
b. menipisnya lapisan ozon
c. menipisnya lapisan strarosfer
d. gangguan pernapasan
e. menipisnya atmosfer
Komentar
Posting Komentar